SUKSESKAN HAB KEMENAG KE-69 TAHUN 2015

habkemenag15

Keberangkatan Calhaj Kotabaru Gunakan 6 Buah Bus dan 12 Mobil

Ft.Pemantpan RakorKotabaru-humas, Bertempat di Operation Room Setda Kotabaru, Kamis (03/09/15) Panitia Pemberangkatan Haji Daerah (PPHD) Kotabaru melaksanakan rapat koordinasi pemantapan keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kotabaru. Rakor yang dipimpin langsung oleh ketua PPHD H.Salman Basri dihadiri hampir seluruh panitia dan beberapa dinas terkait dalam pelaksanaan pemberangkatan JCH Kotabaru, turut berhadir pada rakor tersebut ketua regu dan ketua rombongan.

Dalam arahannya H.Salman yang juga menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotabaru berdasarkan informasi terkini dari Kemenag pusat bahwa untuk permasalahan visa calhaj yang sempat menjadi isu nasional sudah dapat teratasi semua, maka tidak ada lagi calon tamu Allah yang terkendala dengan proses visa.

“ Alhamdulillah semua calhaj asal Indonesia khususnya Kalsel bahwa dapat dipastikan untuk dokumen visanya sudah selesai, jadi dapat diartikan seluruh calhaj tidak ada lagi yang bermasalah dengan visa”, terang Salman.

Salman menekan kepada seluruh panitia agar dapat mempersiapkan segala sesuatu prasarana dan sarana pendukung dalam keberangkatan calhaj khususnya selama dalam perjalanan menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin.

“ Diharapkan seluruh panitia dapat berusaha semaksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah calon haji baik saat pelepasan maupun pada keberangkatan nantinya”, kata Salman.

Salman mengingatkan kepada bagi pengantar jamaah agar tidak turut serta maupun bersalaman di dalam masjid hal ini agar tidak mengganggu konsentrasi jamaah sendiri selama dalam perjalanan yang memakan waktu cukup panjang dan melelahkan.

Sementara itu Caraketer Bupati Kotabaru, H.Isra yang diwakili oleh Staf Ahli Akhmad Asbili mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat baik pada keberangkatan maupun pemulangan Calhaj nanti.” Dengan adanya pertemuan ini maka di harapkan keberangkatan haji tahun ini bisa berjalan dengan baik dan sukses”, katanya.

Asbili menambahkan Pemerintah daerah melalui dana APBD pada bagian kesra seperti pada tahun-tahun sebelumnya telah menggelontorkan dana untuk keberangkatan dan pemulangan calhaj, maka itu berikanlah pelayanan yang prima kepada calon tamu Allah.

Dari hasil rakor tersebut disepakati beberapa point diantaranya Calhaj Kotabaru pelepasan dan keberangkatan dipusatkan di masjid Agung Husnul Khatimah, pada sore hari 12 September nanti sedangkan armada yang digunakan untuk Bus sebanyak 7 Buah dan mobil penggiring sebanyak buah, jamaah calon haji selama diperjalanan akan beristirahat pertama di masjid Al-Kausar Desa Sekapuk dan masjid Al-Manar Pelaihari, selama diperjalanan seluruh rombongan akan di kawal dari Dishub,Satpol PP dan Satlantas Kotabaru.(Rep/Ft:Lukman)

Visa CJH Kotabaru Aman

Ft.Visa HajiFt.Visa Haji

Kotabaru-humas, Gonjang-ganjing adanya keterlambatan penerbitan Visa Calon Jamaah Haji (CJH) Indonesia, yang mengakibatkan tertundanya beberapa CJH berangkat ke Tanah Suci, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru memastikan bahwa untuk Visa CJH Kotabaru dinyatakan aman dan sudah selesai proses pembuatannya melalui jalur sistem Informasi E-Hajj.

“Alhamdulillah calon jamaah haji Kotabaru yang berjumlah 170 yang tergabung pada kloter 08 BDJ, dengan jamaah calon haji asal Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 139 orang, Kota Banjar Baru sebanyak 45 orang dan Petugas Haji Daerah sebanyak 3 orang, visanya sudah selesai begitu juga dengan paspornya sudah selesai beberapa waktu lalu,”kata H.Salman, Rabu (02/09/15) di ruang kerjanya.

Salman menjelaskan proses visa bagi calhaj asal Kotabaru khususnya calhaj Kalimantan Selatan relatif memiliki waktu yang panjang, sehingga sebelum CJH berangkat seluruh proses visa sudah dapat diselesaikan. ” Kita patut bersyukur keberangkatan CJH Kalsel pada gelombang kedua, jadi mempunyai waktu panjang dalam penyelesaian proses Visa, tidak dengan provinsi lain yang masuk gelombang pertama yang pembuataan visanya mempunyai waktu yang relatif singkat sehingga terjadi keterlambatan keberangkatan”, terangnya.

Salman menambahkan terjadinya keterlambatan penerbitan visa tidak hanya terjadi pada jamaah calon haji asal Indonesia saja, tetapi keterlambatan penerbitan visa ini juga terjadi di beberapa negara, dimana mulai tahun ini pemerintah Arab Saudi sudah menerapkan E-Hajj dalam proses pembuatan visa secara sistem informasi.

Sekedar diketahui, CJH Kotabaru yang tergabung pada kloter 08 BDJ sesuai jadwal yang di keluarkan oleh Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Kalsel, untuk kloter 08 BDJ masuk asrama haji tanggal 13 September nanti pukul 08.00 wita, berangkat menuju Arab Saudi sekitar pukul 02.50 subuh pada tanggal 14 September dan diperkirakan tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada hari itu juga sekitar pukul 09.40 WAS, sedangkan untuk pemondokan kloter 08 BDJ menempati maktab Mahbaz Jin Nomor Rumah 201.(Rep/Ft:Lukman)

Salman Ajak Anggota FKUB Untuk Berperan Aktif Menjaga KUB

Ft.Narasumber KUBKotabaru-humas, “ Maksimalkan peran dan fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam membangun kesadaran terhadap segala perbedaan, agar jangan sampai terjadi konflik, sebab meningkatkan sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama merupakan bagian dari Bhineka Tunggal Ika dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru H.Salman Basri saat menjadi pembicara pada diskusi panel pada kegiataan pembinaan umat beragama, Senin (31/08/15) di Ball Room Hotel Grand Surya Kotabaru.

Dihadapan puluhan tokoh agama dan tokoh masyarakat H.Salman menambahkan semua komponen yang terlibat langsung maupun masyarakat umum untuk selalu waspada dan mengantisipasi hal-hal yang bisa mengakibatkan perpecahan dan pertikaian di tengah masyarakat, terlebih pada saat ini kita akan memasuki proses pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel serta Bupati dan Wakil Bupati nanti dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta tidak ada terjadi konfik.

“Kita berharap pada Pilkada ini, dapat berjalan aman, sukses dan lancar serta masyarakat tidak tidak terpancing dengan isu suku, ras dan agama. Peningkatan kerjasama mewujudkan kedamaian dan kerukunan hidup beragama jangan sampai dinodai dengan adanya agenda pilkada,” paparnya.

Saya berharap kondisi kerukunan hidup antarumat beragama yang sudah terjaga baik ini dapat ditingkatkan di tahun mendatang. Misalnya, dengan cara membangun komunikasi yang mutlak di kalangan semua komponen untuk membangun kerukunan dan kedamaian di Bumi Saijaan ini.

Ka.Kemenag mengajak seluruh komponen masyarakat agar menyamakan sudut pandang dan pola pikir yang sama, yakni sama-sama untuk berbuat lebih maju dalam upaya memajukan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Saijaan. “ Mari kita membangun komunikasi serta saling bersinergi sehingga suasana yang kondusif selalu terjaga. Jangan mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas kebenarannya yangdapat merusak kondisi yang kondusif dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Pada pembinaan kerukunan umat beragama tersebut juga mendatangkan narasumber Prof.Mujiburrahman Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin yang turut sebagai pembicara pada kegiataan yang di hadiri seluruh tokoh agama se Kabupaten Kotabaru.(Rep/Ft:Lukman).

Kemenag Gelar Peningkatan Kerukunan Antar Umat Beragama

Ft.Pembinaan KerukunanKotabaru-humas, Dalam rangka meningkatkan toleransi umat beragama di Kabupaten Kotabaru agar terus dan tetap terjaga dan terpelihara, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotabaru melaksanakan pembinaan umat beragama dengan beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, Senin (31/08/15).

Acara yang dilaksanakan di Ball Room Hotel Grand Surya Kotabaru yang dibuka langsung oleh Bupati Kotabaru dalam hal ini Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, H.Eko Suryadi WS ini juga dilaksanakan diskusi panel peningkatan toleransi kerukunan intern dan antar umat beragama.

Dalam sambutannya H.Eko Suryadi WS mengatakan, Wilayah Kotabaru seperti kita ketahui merupakan wilayah terluas di Kalsel, dimana masyarakatnya juga berpenduduk heterogen, yang dihuni berbagai suku, adat,budaya dan agama. Jika tidak diimbangi sikap toleransi yang tinggi maka berpotensi munculnya konflik.

Sehingga, menurut Eko, tingginya kesadaran, kepedulian dan kebersamaan terhadap daerah sangat penting dalam rangka menyikapi berbagai peristiwa, dinamika perubahan serta isu-isu senteral yang terjadi dimasyarakat.

“ Atas nama Pemerintah Daerah saya mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Kotabaru yang telah menyelenggarakan kegiataan ini, yang mana merupakan salah satu strategis dalam rangka menyamakan dan menyatukan cara pandang serta pola pikir seluruh umat beragama yang berkumpul disini”, katanya.

Diungkapkannya, walaupun di daerah kita kerukunan umat beragama cukup berjalan dengan kondusif, berkat toleransi yang terjalin dengan cukup baik, namun kita tidak boleh lengah agar situasi yang tenang dan nyaman ini tetap terjaga dengan baik.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kotabaru,H.Ramadhan, selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan berdasarkan Permen Nomor 9 Tahun 2006 pasal 1 bahwa kerukunan umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kondisi kerukunan hidup antarumat beragama di Bumi Saijaan terjaga dengan baik, Ini dikarenakan sikap saling menghargai, menghormati dan saling mengakui perbedaan yang merupakan kunci sukses kerukunan umat beragama.

Ramadhan menuturkan, peran seluruh komponen bangsa yang ada dalam mewujudkan Kotabaru damai dapat bersinergis.“Pemerintah, adat dan agama sebagai tiga pilar utama dalam menjaga kerukunan hidup umat beragama, dalam menjaga nilai-nilai kerukunan umat beragama,” tuturnya

“Kegiatan yang dikemas dalam diskusi panel ini tidak sebatas para pemimpin pemuda lintas agama, namun juga melibatkan para anggota yang kemudian diharapkan dapat menjadi penyambung lidah di masyarakat (internal umat) tentang pentingnya kerukunan hidup beragama,” tambahnya.(Rep/Ft:Lukman)

Tugas dan Fungsi Karu/Karom Selalu Menjaga KeKompakan Jamaahnya

Ft.Pembinaan Karo KaromKotabaru–Humas, Untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan tugas dan fungsinya sebagai Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru melaksanakan pembinaan Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) bagi Jemaah Calon Haji (JCH) Kotabaru, Kamis (27/08/15) di Aula Kantor Kemenag Kotabaru.

Kepala Kemenag Kotabaru H.Salman dalam arahannya mengatakan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama terus memaksimalkan penyelenggaraan ibadah baik mulai dari pendaftaran sampai keberangkatan hingga kedatangan dari Tanah Suci, hal ini merupakan salah satu komitmen dari Kementerian Agama dalam melalui Direktorat Jenderal Haji dan Umrah dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat indonesia dalam menjalankan ibadah haji, dengan diberikan perlindungan dan kenyamaan dalam menjalankan ibadah baik selama di Tanah Air maupun di Tanah Suci.

Tugas dan fungsi karu maupun karom merupakan tugas mulia, yakni sebagai pemimpin dalam satu rombongan maupun regu dalam menjalankan segala ritual haji di tanah Suci. “ Peran Karu dan Karom sangatlah membantu bagi kelancaran dan kekompakan jamaah haji dalam melaksanakan perjalanan hajinya selama di Tanah Suci”, kata Salman.

Masih dikatakannya Karu dan Karom bertugas untuk membantu petugas kloter dalam menjalankan tugasnya, dimana para Karu/Karom terus memberikana dan berkomunikasi dengan petugas kloter dalam menjalankan tugasnya sehingga seluruh jamaah haji dapat terlindungi dan mudah dalam menjalankan ritual hajinya.

“ Semoga dengan ilmu dan pengalaman yang akan diberikan nara sumber nanti dapat memudahkan karu dan karom, simak dan perhatian semua materi yang diberikan dan bertanyalah jika ada sesuatu yang kurang dimengerti, sehingga dalam prakteknya nanti kalian dapat membimbing jamaahnya dengan baik,” harap Salman kepada petugas Karu dan Korum.

Sementara itu Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Kotabaru H.Syahruji melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang tugas pokok seorang karu dan karom dalam membimbing jamaahnya selama melaksanakan perjalanan ibadah haji.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 16 Ketua Regu dan 4 orang Ketua Rombongan. “ Dengan dilaksanakannya pembinaan ini maka untuk pelayanan kepada calon jamaah haji Kotabaru yang sudah tinggal menunggu keberangkatan ke Tanah Suci, terlebih dahulu CJH Kotabaru telah melaksanakan manasik Kabupaten sebanyak dua kali dan manasik kecamatan sebanyak 4 kali,” terang Syahruji.

Pada kegiatan ini diberikan beberapa materi yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Kotabaru tentang Kebijakan Pemerintah Dalam Pelayanan Haji, KH.Mukhyar Darmawi tentang Shalat di Dalam Pesawat dan KH.Mulkani AA,BA tentang Perjalanan Ibadah Haji

Selanjutnya Syahruji menerangkan bahwa jamaah haji Kabupaten Kotabaru masuk dalam kloter BDJ-08 dengan jumlah jamaah sebanyak 170 orang jamaah, bergabung dengan CJH asal Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru.” Untuk jadwal keberangkatan dan pelepasan jamaah haji Kotabaru menuju Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan pada tanggal 12 September nanti di Masjid Agung Husnul Khatimah, sedangkan keberangkatan menuju Tanah Suci tanggal 14 September pukul 02.50 Wita, untuk maktab Kloter BDJ-08 menempati maktab Mahbaz Jin dengan nomor rumah 201”, terangnya.(Rep/Ft:Lukman)

Ka.Kemenag Kotabaru : Perencanaan Kurang Baik Akan Hambat Serapan Anggaran

Ft.Narasumber Keuangan

Kotabaru-humas, “ Permasalahan penyerapan anggaran merupakan persoalan klasik yang telah berlangsung lama dari tahun ke tahun, penyerapan anggaran cenderung rendah di awal tahun, dan kemudian menumpuk di akhir tahun dan kondisi tersebut selalu berulang pada setiap tahun, inilah pola penyerapan anggaran yang tidak efesien, maka untuk itu pemecahan penyerapan anggaran diperlukan upaya yang strategis untuk mendorong percepatan penyerapan yang efektif dan efesien”, ungkap Kepala Kemenag Kabupaten Kotabaru H.Salman di hadapan puluhan peserta pembinaan penyusunan dan pengolahan laporan keuangan di lingkup Kemenag Kotabaru, Rabu (25/08/15) di Ball Room Hotel Grand Surya.

Ka.Kemenag yang membawakan materi tentang strategi percepatan penyerapan anggaran dan realisasi kegiatan dalam kegiataan tersebut menambahkan ada beberapa faktor yang menghambat proses penyerapan anggaran diantaranya perencanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, lemahnya koordinasi antara perencana dengan pelaksana anggaran, kesalahan Bagan Akun Standar (BAS), lambannya anggaran kegiataan disebabkan data pendukung yang belum lengkap dan adanya berbagai kebijakan termasuk didalam proses mekanisme penyusunan revisi DIPA.

“Maka diperlukan bagi pengelola keuangan agar dapat memahami sistem penyerapan anggaran yang efektif dan efesien serta mempunyai kesadaran akan tanggung jawab terhadap tugas dan fungsinya dalam pengolahan laporan keuangan yang akuntabel”, terangnya.

Dari hasil laporan serapan realisasi anggaran Kemenag Kotabaru yang saya terima (laporan per tanggal 31 Juli) bahwa realisasi anggaran masih di bawah 50 % dari total pagu anggaran, hal ini perlu kita garis bawahi untuk mencari tolak ukur kendala serapan anggaran yang sudah berjalan satu semester ini yang jauh dari target capaian. “ Untuk ini diperlukan tindakan yang menghambat serapan anggaran seperti perbaikan kualitas, percepatan anggaran kegiatan serta peningkatan dan pengendalian dalam pelaporan program/kegiatan”, ucapnya.

Langkah-langkah yang dilakukan pada percepatan pelaksanaan anggaran diantaranya menyusun proyeksi penyerapan anggaran, proses pengadaan barang dan jasa dilaksanakan di awal tahun melalui LPSE, meningkatkan efisiensi pengeluaran pada berbagai tingkatan pengeluaran dan melakukan evaluasi program dan kebijakan.

Diakhir penyampaian materinya H.Salman memberikan wejangan kepada seluruh peserta yaitu kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci kebahagian dan kesuksesan, karena itu bekerja sesuai peraturan harus menjadi komitmen bersama.(Rep:Lukman /Ft:Dhani)

Serapan Anggaran di Bawah 50% Kemenag Gelar Pembinaan Laporan Keuangan

Ft.Pembinaan Keuangan

Kotabaru-humas, Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyusunan dan pengolahan laporan keuangan menuju terwujudnya perencanaan kegiataan yang baik, pengelolaan keuangan dan realisasi anggaran yang tertib, transparan, lancar dan akuntabel, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kotabaru melaksanakan kegiatan pembinaan penyusunan dan pengolahan laporan keuangan di lingkungan Kemenag Kotabaru, Selasa (25/08/15) di Ball Room Hotel Grand Surya Kotabaru.

Kepala Kemenag Kotabaru H.Salman dalam sambutannya mengatakan penguatan kualitas tata kelola keuangan Kementerian Agama sangatlah penting, sehingga sebagai aparatur dituntut memperhatikan peningkatan penyerapan anggaran pada satuan kerja masing-masing.

“ Kita semua dituntut untuk mengoptimalkan penerapan prinsip Good Governance dalam pengelolaan keuangan negara, meningkatkan transparansi, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan seiring dengan upaya menjaga kualitas pelaksanaan anggaran sendiri, maka diharapkan agar pengelolaan keuangan wajib mentaati aturan dan perundang-undangan yang telah ditetapkan ”, ucapnya.

Ka.Kemenag Kotabaru juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini tentu akan memberikan manfaat yang sangat baik kepada seluruh pejabat pengelola keuangan, pengelola program/kegiatan serta seluruh staf khususnya yang terkait dengan pelaksanaan program/kegiatan.

“Pertemuan kita hari ini sangat penting dan karena sampai saat, laporan realisasi belanja Kemenag Kotabaru (laporan per tanggal 31 Juli) masih belum mencapai 50% dari pagu anggaran, hal ini mengisyaratkan betapa pentingnya akselerasi pelaksanaan anggaran yang perlu kita lakukan baik yang menyangkut belanja pegawai, belanja modal, belanja barang dan jasa serta bantuan sosial”, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kotabaru H.Ramadhan, selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan tujuan dari kegiataan ini untuk meningkatkan profesionalitas kepada para pengelola keuangan Dimana dalam hal penggunaannya harus tepat sasaran, efisien, dan efektif sehingga tujuan sudah ditetapkan dalam perencanaan bisa terwujud.

“Pengelolaan keuangan yang transparansi juga perlu pengendalian intern yang dilakukan secara terus menerus kepada seluruh pengelola keuangan atas kepercayaan untuk mengembangkan tugasnya dengan memberikan keyakinan akan tercapainya tujuan pembangunan melalui keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset daerah dan ketaatan terhadap peraturan,”terang Ramadhan.

Lebih lanjut Ramadhan menambahkan bahwa kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti sebanyak 50 peserta yang terdiri dari Kepala Seksi dan penyelenggara, Kepala KUA se Kabupaten Kotabaru, Kepala Madrasah dan pengelolan keuangan madrasah, serta staf pelaksana di jajaran Kemenag Kotabaru.(Rep/Ft:Lukman)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 354 pengikut lainnya.