Tim Rukyat Kemenag Kotabaru Gelar Rukyatul Hilal 1 Syawal

Ft.Rukyat 1 SyawalKotabaru-humas, Dalam rangka memberikan bahan rujukan untuk Kementerian Agama RI pada sidang isbat penentuan 1 syawal 1436 H, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru melaksanakan rukyat hilal, penentuan akhir Ramadhan 1436 H dan memasuki 1 syawal dengan metode rukyatul hilal yang di gelar oleh Penyelenggara Syariah Kemenag Kotabaru, Kamis (16/07/15) bertempat di Menara Suar Gunung Belingkar Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin (Gunung Lampu) Desa Hilir Muara.

Tim Rukyatul Hilal yang di pimpin langsung oleh Kepala Kemenag Kotabaru, H.Salman Basri dan utusan dari Pengadilan Agama Kotabaru (PA) Drs.Hamid serta beberapa unsur organisasi keagamaan seperti unsur MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama turut serta mendampingi rukyatul hilal sekitar pukul 17.00 Wita tim rukyatul hilal sudah mulai bergerak mendaki gunung lampu untuk mencapai puncaknya yang sejauh 3 km.

Dari hasil rukyat tersebut, tim rukyatul hilal berkesimpulan hasil hilal masih belum terlihat di ufuk langit Kotabaru, disebabkan tertutup awan.

Kepala Kemenag Kotabaru Drs.H.Salman Basri, MM dalam keterangannya mengatakan dengan tidak terlihatnya hilal di Kabupaten Kotabaru, maka penetapan 1 syawal kita menunggu sidang isbat yang akan di gelar petang nanti di Kementerian Agama RI, yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin.

“ Kementerian Agama sendiri melalui kantor Kemenag di seluruh Indonesia melaksanakan hilal dimasing-masing tempat untuk rukyatul hilal, sehingga dapat diantaranya mungkin terlihat hilal, yang memberikan masukan dalam penentuan 1 syawal pada sidang Isbat nanti petang”, kata Salman.

Lebih lanjut Salman menambahkan hasil rukyat ini akan kami laporkan ke Kemenag pusat untuk dijadikan sebagai bahan laporan dalam sidang isbat yang digelar petang nanti, setelah lebih dari 100 titik dilaksanakan rukyat hilal di seluruh Indonesia.

Salman meminta kepada masyarakat Bumi Saijaan agar menunggu kepastian Hari Raya Idul Fitri dari hasil sidang isbat, yang akan diumumkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama petang nanti.

“ Kita berharap penentuan 1 syawal dapat berjalan dengan baik, jika masih ada perbedaan dalam menentukan hari lebaran, maka kita harus berjiwa besar untuk menghargai itu dan saling menghormati dalam pelaksanaan shalat Ied nantinya”,jelasnya.

Sementara itu Penyelenggara Syariah Kemenag Kotabaru DR.H.Ahmad Kamal, M.Ag mengingatkan kepada kepada masyarakat Kotabaru agar menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar di Kementerian Agama RI pada petang ini.

“ Dengan hilal tidak terlihat, maka disarankan kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Kotabaru untuk menunggu hasil sidang isbat Menteri Agama RI dalam penentuan satu Syawal”, katanya.

Ditambahkannya Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Perlu diketahui kata H.Kamal bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.(Rep:Lukman / Ft:Dhani).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s