Ketua MUI Kotabaru : Puasa Adalah Perisai dan Peluruh Hawa Nafsu

Tausyiah Bukber Kemenag

Kotabaru-humas, “ Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini sangatlah dinanti-nantikan oleh umat muslim di seluruh dunia, karena di bulan suci ini banyak sekali keutamaan serta hikmah atau manfaat didalamnya.”, Kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotabaru KH.Muchtar Mustajab saat memberikan tausyiahnya di hadapan puluhan Pegawai Kemenag Kotabaru, Kamis (02/07/15) pada acara buka puasa bersama jajaran PNS lingkup Kemenag Kotabaru.

Oleh karena itulah banyak sekali hikmah-hikmah yang terdapat di bulan suci ramadhan ini, karena dengan menjalankan puasa saja, bulan Ramadhan ini bukan hanya sebatas menahan rasa lapar serta haus saja, tetapi kita telah mendapatkan banyak sekali manfaat, apalagi melakukan amalan-amalan yang lain, seperti seperti iktikaf, menjalankan ibadah-ibadah sunnah, bersedekah, silaturrahim, dan lain sebagainya

“ Ada nilai dasar yang sangat penting dan mendasar dari ibadah puasa, yaitu meraih takwa. Hikmah utama puasa tersebut tersirat dalam dua rangkaian kata yang menjadi penutup ayat tentang perintah puasa, seperti pada surah Al-Baqarah ayat 183 ” “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” , jelas KH.Muchtar.

Lebih lanjut Muchtar menerangkan kepada para abdi negara yang mempunyai motto Ikhlas Beragama dalam menjalankan ibadah puasa kita biasa digunakan untuk tarajji, yakni mengharapkan sesuatu yang sangat mungkin terjadi. Artinya dengan puasa ini diharapkan terbangun ketakwaan, rasa takut, dan ketaatan kepada Allah swt.

Diakhir tausyiahnya KH.Muchtar Mustajab yang juga pensiunan Kemenag Kotabaru mengajak seluruh pegawai untuk terus mengimplementasikan perintah Allah dan mendekatkan diri pada-Nya. Tuntutan ini jelas tak akan bisa terpenuhi tanpa peran ketakwaan, rasa takut, dan ketaatan kepada Allah.

“Puasa adalah perisai dan peluruh (hawa nafsu).” (Muttafaq alaih). Dengan demikian, puasa diserupakan mengebiri. Artinya, puasa mampu meredam hawa nafsu dan melemahkan kecenderungan terhadapnya”, tambahnya.(Rep:Lukman ft:Dhani).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s