Ka.Kemenag Kotabaru : Transparansi dan Akuntabilitas Penggunaan Dana BOS

Ft.Sosialisasi BOS

Kotabaru-humas, “ Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan kepada madrasah dalam hal ini oleh Kementerian Agama bertujuan untuk memberikan biaya pendidikan bagi siswa madrasah yang kurang mampu sehingga mampu mengecap layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun dapat tercapai”, kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru Drs.H.Salman Basri, MM di hadapan para Kepala Madrasah Tingkat MI/MTs/MA baik swasta maupun negeri peserta Sosialisasi Penggunaan Dana BOS Tahun 2015, Rabu (04/03/15) di Aula Kemenag Kotabaru.

Lebih lanjut Salman menambahkan bahwa penggunaan penyaluran dana BOS harus mengedepankan prinsip tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, dan tepat penggunaan.

“ Maka itu penggunaan BOS harus berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi sehingga ini dapat dilaksanakan dengan baik maka pondasi utamanya penggunaan dana BOS adalah transparansi dan akuntabilitas”, ucapnya.

Menurut Salman, masalah pendidikan sudah tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa salah satu tujuan negara Indonesia adalah  mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan juga dalam pasal 31 ayat (1) UUD 1945 lebih tegas lagi menyatakan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat (2): setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Untuk melaksanakan amanat yang tertuang tersebut pemerintah telah melaksanakan Program Wajib Belajar (Wajar). Program dimulai dengan Wajib Belajar 6 Tahun dan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun (Wajardiknas).

Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kotabaru Dra.Hj.Siti Fatimah dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dasar pelaksanaan pembinaan BOS agar madrasah dapat menyalurkan dan menggunakan dana BOS sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku sehingga dalam penggunaannya tidak bermasalah dengan hukum.

Dia  berharap agar dana BOS dapat dikelola secara efektif dan efisien, selain penganggaran harus didasarkan pada kebutuhan yang mengacu pada analisis kebutuhan sebelum proses penganggaran dilakukan, serta harus membangun komunikasi dan kerjasama antara pihak sekolah (pengelola BOS) dengan stakeholders, terutama ortu/wali murid dalam proses penganggaran.

Diakhir sambutannya Siti Fatimah berpesan agar seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan baik sehingga pada pelaksnaan program BOS di masing-masing madrasah tidak terjadi salah pengertian dan salah penafsiran yang berbeda dengan peraturan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga tidak berakhir yang berakibat pada permasalahan hukum.

Sedangkan narasumber Sosialisasi BOS Tahun 2015 oleh Rasyid Lutfia, S.Pd.I dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan. (Rep/Ft:Lukman)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s