PENYULUHAN PERAN DAN FUNGSI BP4 DALAM UPAYA MEMPERKOKOH KETAHANAN KELUARGA

(Kotabaru/Bamega) Historitas BP4 dari sebuah Badan Penasihatan Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian, setelah kasus perceraian ditangani Pengadilan Agama dan KUA melayani masalah nikah dan rujuk, maka BP4 berubah jadi Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan. Sehingga tugas BP4 demikian mulia dalam mempertahankan mahligai rumah tangga. Dalam Al-Qur’an banyak ayat membicarakan tentang penguatan bangunan rumah tangga, hanya sebagian kecil yang fotomembicarakan masalah penguatan negara, bangsa, apalagi masyarakat. Sebab keluarga adalah sendi dasar terciptanya masyarakat yang ideal, mana mungkin negara dibangun di atas bangunan keluarga yang rentan perselisihan dan pertengkaran. Sekarang ini tuntutan BP4, peran dan fungsinya tidak sekedar menjadi lembaga penasihatan tetapi juga berfungsi sebagai lembaga mediator dan advokasi. BP4 dituntut untuk dapat menjaga keutuhan sebuah keluarga, maka sebelum fondasi rumah tangga dibangun, penasihatan calon pengantin mutlak harus dilaksanakan. Kasus yang ditangani BP4 Kec.Kelumpang Selatan selama tahun 2012 diantaranya adalah laporan isteri karena suami tidak memberi nafkah, suami berpoligami tidak melalui prosedur pengadilan, suami tidak pulang lagi dengan alasan mencari kerja dan hanya satu yang disebabkan oleh isteri selingkuh atau adanya pria idaman lain (PIL). Kendala yang dihadapi BP4 Kec.Kelumpang Selatan setiap kali akan melakukan penasihatan khususnya untuk rumah tangga yang bermasalah adalah ketika dipanggil hanya salah satunya saja yang datang, sehingga masalah tidak tuntas.

Saat ini BP4 kembali dihadapkan pada tantangan baru, menyelamatkan keluarga Indonesia yang diambang kehancuran dalam rumah tangganya. Seiring bergulirnya era reformasi tahun 1998, sedikit demi sedikit angka perceraian kembali meningkat yang menurut  hasil penelitian dari 2 juta pernikahan setiap tahunnya, rata-rata perceraian terjadi sebanyak 200 ribu pasang. Bahkan kasusnya lebih parah dari masa lalu, 60% permohonan cerai dilakukan oleh pihak isteri (gugat cerai). Maraknya kasus gugat cerai penyebabnya bervariasi antara lain adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), suami tidak bertanggung jawab, kawin muda, faktor ekonomi, hadirnya wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain (PIL). Hal ini disampaikan oleh Kepala KUA Kec.Kelumpang Selatan Abdul Haliq,S.Ag dalam acara Penyuluhan Peran dan Fungsi BP4 Dalam Upaya Memperkokoh Ketahanan Keluarga yang diprakarsai Majelis Taklim At-Taqwa Desa Sungai Kupang Jaya Kec. Kelumpang Selatan Kab. Kotabaru pada hari Jum’at tanggal 01 Maret 2013. Dalam acara yang dilaksanakan setelah sholat jum’at ini juga diadakan sesi tanya jawab seputar masalah hukum perkawinan. Diantara masalah yang mengemuka adalah tentang status anak di luar nikah (siapa wali nikahnya), status isteri yang sudah lama ditinggal pergi suami, hukum talak yang dijatuhkan diluar pengadilan dll.

Pada kesempatan ini Muhammad kholif selaku pengurus Majelis Taklim At-Taqwa mengharapkan dengan dilantiknya pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kab.Kotabaru, ada program-program dan  kegiatan nyata dilapangan, yaitu dengan mengadakan pembinaaan majelis taklim-majelis taklim di seluruh kecamatan yang ada di Kab.Kotabaru dan tidak hanya terfokus pada majelis taklim yang ada di ibukota kabupaten saja. Dalam acara ini diserahkan bantuan 10 buah Al-Qur’an untuk kegiatan pengajian anak-anak sekaligus juga untuk menunjang program Kementerian Agama yaitu GEMMAR MENGAJI (Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji), yang mana program ini dimaksudkan untuk mengembalikan kebiasaan mengaji (membaca) Al-Qur’an sesudah sholat maghrib. Dengan program ini diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif dari layar televisi yang biasanya anak-anak dan orang dewasa masih suka menonton pada waktu maghrib, sehingga kebiasaan mengaji setelah maghrib itu seringkali dikalahkan oleh tayangan televisi. (Kir/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s