PENYULUHAN KELUARGA SAKINAH DI KECAMATAN PAMUKAN SELATAN

Dalam rangka pembinaan masyarakat sebagai upaya dalam melestarikan dan mewujudkan keluarga samara (sakinah, mawaddah wa rahmah), Kantor Urusan Agama Kecamatan Pamukan Selatan mengadakan kegiatan berupa penyuluhan yang bertemakan keluarga sakinah bertempat di desa Mulyodadi pada hari Jum’at tanggal 13 Juli 2012.
Dalam kegiatan ini banyak hal yang disampaikan berkenaan dengan keluarga, kehidupan berumah tangga serta upaya dalam melestarikan dan menjaga hubungan yang harmonis dalam keluarga/ berumah tangga. Ada tipe-tipe atau potret keluarga yang disampaikan dalam kegiatan ini. Pertama, potret keluarga pasar; di mana dalam kehidupan keluarga ini menu utamanya tidak terlepas dengan hitungan, keuntungan yang menjadi pokok utamanya yang diperhitungkan. Artinya masing-masing pasangan lebih senang menerima dibanding berbuat, mau berbuat kalau sudah menerima. Kepentingan yang sifatnya pribadi lebih menonjol dan diutamakan dibanding kepentingan bersama/pasangan, sehingga pengorbanan tidak akan diberikan kalau sebelumnya tidak mendapatkan pengorbanan dari pasangannya.
Kedua potret keluarga arena tinju, dimana dalam potret keluarga ini sering didominasi dengan percekcokan, suka cekcok, apabila dicek tidak penah cocok. Satu sama lain tatkala menghadapi permasalahan saling menyalahkan dan memojokkan, seakan-akan masing-masing tidak punya salah yang salah adalah pasangannya.
Ketiga potret keluarga rumah sakit, ada dokter ada pasien. Artinya dalam kehidupan keluarga kebutuhan terhadap pasangannya itu ada. Namun kebutuhan ini kerapkali akan menurun tatkala menemukan pada pasangannya ada kekurangan-kekurangan terutama menyangkut keuangan atau ekonomi. Artinya kelanggengan atau kelestarian hubungan keluarga dipengaruhi oleh kuat tidaknya ekonomi yang dimiliki oleh pasangannya.
Keempat, potret keluaga sekolah. Dalam kehidupan keluarga di sini masing-masing pasangan memiliki fungsi dan peran, satu sama lain saling kerja sama dan punya ikatan, saling mengisi dan saling melengkapi kebutuhan dan kekurangan yang ada pada diri dan pasangannya. Laksana seorang guru dan murid di sekolah, guru memberikan imformasi/ ilmu kepada muridnya, karena dia tahu muridnya sangat membutuhkan dan kurang dalam hal ini, namun si guru tidak mempermasalahkan kekurangan yang ada pada muridnya dan bahkan berupaya melengkapi kekurangannya dengan mengajari /memberikan ilmu yang dimilikinya untuk muridnya. Begitu pula muridnya, dia siap menerima dan mengakui kekurangannya serta mau melaksanakan apa yang disampaikan atau diberikan gurunya untuknya. Tipe /potret keluarga inilah yang diharapkan dan menjadi acuan dalam keluarga sakinah dalam penyuluhan ini.
Adapun berkenaan dengan upaya melestarikan hubungan harmonis dalam berkeluarga, di antaranya sebagaimana yang disampaikan secara garis besarnya adalah:
1.Menyatukan /menyamakan niat dan tujuan dalam berkeluarga;
2.Menyediakan waktu bagi pasangannya untuk komunikasi;
3.Menghormati dan menghargai apa saja yang dimiliki pasangannya;
4.Masing-masing pasangan bertekad dan berupaya selalu untuk membahagiakan pasangannya;
5.Kehidupan yang dialami, susah senang merupakan bahan kematangan dalam keluarga bukan bahan vonis dalam memisahkan keluarga;
6.Membiasakan makan bersama dan shalat bersama.

(KUA Pamukan Selatan kabupaten kotabaru)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s