SEKILAS PANDANG PELAKSANAAN MTQ NASIONAL XXIV DI PROVINSI AMBON

Ambon manise (Ambon manis) demikian nama kota ambon yang cukup terkenal dengan pahlawannya Kapitan Patimura (Thomas Matulesy),Christina Marta Tiahahu dan Dr.J.Lemena patungnya baru saja diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 09 Juni 2012. Masyarakat kota Ambon yang multikulturalisme dengan penganut Agama Islam sebanyak 52,04 %,Kristen 36,86 %, Katolik 10,17 % ,Hindu 0,20%, Budha 0,05 % dan lainnya 0,59 % jumlah penduduk 1.798.558 (Tahun 2011).
Tahun 2012 ini Provinsi Maluku (Ambon) menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIV dilaksanakan dari tanggal 8 -15 Juni 2012 sebagai tuan rumah tentunya Ambon mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya guna menyambut kafilah 33 provinsi yang ada di Indonesia. Acara dibuka langsung oleh Presiden RI pada tanggal 8 Juni 2012. Tidak ketinggalan kafilah dari Provinsi Kalimantan Selatan cukup antusias mengikuti kegiatan ini sebanyak 60 orang peserta dan official serta peninjau menempati pemondokkan pada Balai Diklat Keagamaan Ambon bersama dengan Kafilah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Salah seorang penduduk yang berhasil kami wawancarai pada saat di taksi (oto istilah Ambon) kebetulan non muslim mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan MTQ semua masyarakat muslim dan non muslim mengadakan do’a bersama demi suksesnya pelaksanaan MTQ ini dan semoga dengan momentum MTQ semua kejadian yang pernah terjadi di Kota Ambon dan sekitarnya tidak terulang kembali, kami sadar bahwa semua kejadian masa lampau sangat merugikan harta benda, pikiran, tenaga bahkan nyawa serta sangat menganggu kerukunan kami, kegiatan ini adalah adalah kegiatan yang cukup ramai karena semua elemen dilibatkan katannya mengakhiri.
Masyarakat Kota Ambon cukup ramah dan santun tidak seperti kebanyakan apa yang diberitakan oleh media massa bahwa Kota Ambon sering terjadi kerusuhan, pertikaian, perkelahian antar suku bahkan mengatasnamakan agama.Setelah kejadian tahun 1999 kemarin gong perdamaian dunia yang diresmikan oleh Presiden RI tahun 2009 yang terletak di taman pelita Ambon sebagai pertanda Rakyat Maluku adalah rakyat yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan cinta perdaimaian kata Intan salah seorang mahasiswi pada Universitas Patimura jurusan ilmu pendidikan dan keguruan sebagai pemandu wisata peninjau dari Kabupaten Kotabaru (Kalimantan Selatan) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an XXIV, banyak hal-hal yang diperkenalkan kepada kami terutama masalah kota Ambon dan obyek wisatanya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s