RAPAT KERJA BADAN AMIL ZAKAT (BAZ) KAB. KOTABARU TAHUN 2011

A.     PENDAHULUAN

Zakat merupaka ibadah maaliyah ijtima’iyyah yang memiliki posisi sangat penting dan menentukan bagi pembangunan kesejahteraan umat. Nilai-nilai ajaran zakat ini memiliki dimensi yang luas dan kompleks, bukan saja nilai-nilai ibadah, moral, spiritual dan ukhrawi, melainkan juga nilai-nilai ekonomi dan duniawi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peranan zakat di dalam kehidupan seorang muslim sebagai pemelihara “hablum minallah wa hablum minan nas”

Pada prinsipnya, walaupun kewajiban zakat lebih terkait pada masing-masing pribadi muslim, tapi pada pelaksanaannya bukanlah semata-mata diserahkan kepada kesadaran muzakki (pemberi zakat), namun merupakan persoalan-persoalan kemasyarakatan yang memerlukan kehadiran sebuah lembaga untuk mengatur pelaksanaannya, mengkoordinir dan mengumpulkan harta zakat dari muzakki dan menyampaikannya kepada mereka yang berhak menerimanya. Jika kita mencoba melihat bagaimana Islam berbicara tentang pengelolaan zakat, sejak dari zaman Rasulullah SAW, maka kita dapat menangkap suatu pelajaran berharga bahwa pengumpulan dan pendistribusian zakat kepada yang berhak ternyata adalah menjadi tanggungjawab pemerintah dan atau lembaga yang ditunjuk untuk itu, bukan dilakukan oleh personil muzakki seperti yang dikenal selama ini.

Di sini kita dapat memahami bahwa lembaga/badan pengelola zakat memegang peran sentral dan sangat penting. Lembaga/badan amil ini diminta untuk mengambil zakat, bukan menunggu orang membayar zakat untuk kemudian dikumpulkan dan didistribusikan kepada mustahik. Ini artinya, kewajiban menunaikan zakat sepenuhnya tidak bisa dipahami sebagai kebebasan oleh para muzakki (wajib zakat) untuk mengeluarkan zakatnya secara langsung kepada mustahik sebagai kelompok yang berhak menerima zakat. Sebab jika pemahaman  seperti ini yang terjadi, maka pelaksanaan ibadah zakat tidak berbeda dengan ibadah-ibadah lain, seperti sadaqah dan infak yang tumbuh atas kesadaran dan kerelaan semata sehingga berdampak pada konsekuensi logisnya dimana kesadaran dan pengamalan zakat akan terasa menurun, sebab menafikan faktor manajerial fungsional.

B.     DASAR PELAKSANAAN

1.   Undang-Undang RI Nomor : 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat

2.   Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 581 tahun 1999 yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 373 tahun 2003 tentang Pelaksanaan Undang-Undang RI Nomor : 38 tahun 1999

3.   Keputusan Dijen Bimas Islam dan Urusan Haji Nomor : D/291 tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan zakat

4.   Keputusan Bupati Kotabaru Nomor : 188.45/465/KUM tahun 2009 tentang Kepengurusan Badan Amil Zakat Kabupaten Kotabaru masa bakti 2009-2012

C.     TUJUAN

1.   Mengevaluasi kinerja Badan Amil Zakat Kabupaten Kotabaru dan Unit Pengumpul Zakat tahun 2010

2.   Menyusun Program Kerja, Rencana Pengumpulan dan Rencana Pendistribusian/Pendayagunaan dana ZIS tahun 2011

D.     TEMA   

         Adapun tema Raker adalah : “ Optimalisasi Peran dan Fungsi Lembaga Pengelola Zakat dalam Rangka Membangun Kesadaran ber Zakat, Infaq dan Shadaqah”.

E.     WAKTU DAN TEMPAT

Rapat Kerja Badan Amil Zakat Kabupaten Kotabaru tahun 2011 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Mei 2011 bertepatan dengan 22 Jumadil Akhir 1432 H bertempat di Operation Room Pemerintah Daerah Kabupaten Kotabaru.

F.      PESERTA

Peserta Rapat Kerja Badan Amil Zakat Kabupaten Kotabaru direncanakan berjumlah 65 orang terdiri dari :

  1. Pengurus BAZ Kabupaten Kotabaru 15 orang
  2. Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Instansi/BUMN/BUMD dan Perusahaan Swasta Kabupaten Kotabaru dan masyarakat 50 orang

G.     MATERI DAN NARA SUMBER

         1.   Kebijakan Pemerintah tentang Pengelolaan Zakat oleh Kepala Kantor Kementeria     Agama Kabupaten Kotabaru ( Drs. H. Salman, MM )

2.   Fiqh Zakat oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kotabaru ( KH. Mukhtar Mustajab )

3.   Laporan Pelaksanaan Tugas Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Kotabaru tahun 2010 oleh Ketua Badan Amil Zakat Kabupaten Kotabaru ( H. Mukhyar Darmawi, BA)

 H.     BIAYA

Biaya untuk pelaksanaan Rapat Kerja Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Kotabaru tahun 2011 berasal dari Dana Operasional BAZ kabupaten Kotabaru.

I.       PENUTUP

Demikian laporan yang dapat kami sampaikan disertai ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya  kepada Bupati Kotabaru Bapak H. Irhami Ridjani yang dalam hal ini diwakili oleh ………………. yang telah berkenan hadir sekaligus nantinya membuka acara Rapat Kerja Badan Amil Zakat Kabupaten Kotabaru tahun 2011. Demikian pula ucapan terima kasih kami kepada semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga memungkinkan acara ini dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Akhirnya, kami tidak lupa menyampaikan permohonan maaf jika dalam acara ini terdapat kekurangan, kejanggalan atau hal-hal lain yang tidak berkenan. Demikian dan kami akhiri.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Kotabaru, 26 Mei 2011

Panitia Pelaksana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s